Selasa, 07 Maret 2017

Cara memperbaiki RAM

1. Bersihkan pin RAM dengan penghapus atau kain halus.

Silakan gosok pin tembaga pada RAM dengan menggunakan penghapus yang lembut. Tujuan dari cara tersebut ialah untuk membersihkan tembaga dari debu dan kotoran serta “memancing” ion-ion pada tembaga untuk kembali aktif. Anda juga bisa mengganti penghapus dengan kain yang lembut untuk menggosok. Coba pasang kembali dan nyalakan komputer Anda. Biasanya pada tahap ini RAM yag error atau rusak berhasil diperbaiki.

2. Bersihkan RAM secara menyeluruh.

Jika pada cara pertama belum berhasil, lakukan cara kedua. Dengan membersihkan seluruh permukaan memory dengan menggunakan tiner atau alkohol. Gunakan cotton bath untuk membantu membersihkan kaki-kaki IC. Pastikan benar-benar bersih dan kering sebelum memasangnya kembali.

3. Beri stimulasi arus listrik pada RAM dengan Multimeter.

Jika kedua cara sebelumnya belum berhasil, silakan coba usaha ketiga. Dengan menggunakan arus listrik dari multimeter sebagai “pancingan” untuk memperbaiki adanya gangguan aliran arus listrik yang dibutuhkan RAM untuk bekerja. Prinsip kerjanya sama dengan reset CMOS pada motherboard.

Caranya, set skala multimeter pada skala Ohm dengan posisi ukuran bebas (10K, 100K, dan seterusnya). Lalu tempelkan jarum negatif (kabel hitam) pada salah satu pin tembaga pada kaki-kaki RAM, dan jarum positif (kabel merah) pada kaki-kaki IC memory. Tempelkan jarum kabel merah pada semua kaki IC/chipset memory satu persatu. Jika sudah, bersihkan dan pasang RAM.

Pada tahap ini biasanya RAM yang rusak (mati/error) sudah bisa digunakan secara normal. Pada beberapa kasus diperlukan beberapa kali “trial and error”. Saya pernah mengalami mengulang cara 1-3 beberapa kali hingga akhirnya RAM berhasil diperbaiki. Jika memang sampai beberapa kali dicoba belum berhasil, patut dicoba cara terakhir yang paling ekstrim.


Cara Ekstrim: Mencuci RAM dengan detergen dan memanaskannya.

Cara ini tidak saya rekomendasikan, karena resikonya 50:50. Saya hanya berani mencuci RAM apabila sudah yakin bila RAM saya benar-benar mati dan tidak bisa diperbaiki dengan tiga cara di atas. Caranya, rendam RAM dalam air detergen sambil disikat dengan sikat lembut. Setelah itu, angin-anginkan sampai benar-benar kering. Setelah kering, panaskan RAM dengan hair dryer, oven, atau langsung di bawah sinar matahari. Ingat, jangan memanaskan terlalu lama karena PCB akan rusak.

Prinsip kerjanya selain untuk membersihkan yaitu untuk menghubung-singkatkan IC sehingga me-reset ulang IC. Dengan pemanasan yang bertujuan untuk menghilangkan gangguan pada jalur arus listrik. Anda bisa memvariasikan tiga cara sebelumnya setelah mempraktikkan cara ekstrim ini.

Sekian tiga cara plus satu cara ekstrim tentang cara memperbaiki RAM yang rusak atau error. 



CIRI CIRI RAM YANG RUSAK :


  1. Komputer atau laptop tidak bisa dinyalakan serta terdengar bunyi beep panjang secara berulan-ulang. Kasus ini sudah bisa dipastikan kalau masalah utamanya terletak pada RAM/Memori.
  2. Komputer atau laptop sering mengalami blue screen ketika dihidupkan atau ketika sedang dijalankan/digunakan. Walaupun blue screen ini bukan faktor utama penyebabnya adalah RAM/Memori. Namun Anda bisa saja mengambil kesimpulan untuk curiga kalau kasus blue screen atau BSOD ini penyebab utamanya terletak pada RAM
  3. Power supply menyala, kipas processor berputar, cakram hardisk berputar (ada getaran), tetapi tidak ada tampilan pada monitor.
  4. Sistem sering “beku”, tidak bisa menerima dan menjalankan perintah.
  5. Komputer sering hang mendadak.
SEKIAN TIPS DARI SAYA WASSALAM :)

Selasa, 28 Februari 2017

Cara Mengecek Power Supply

1. Lepas semua konektor power supply yang masuk ke komponen komputer anda.
2. Ambil konektor ATX 20/24 pin
3. Pada konektor tersebut ada kabel yang berwarna hijau, biasanya terletak pada uutan ke 4.
4. Tancapkan kabel pada pin yang berwarna hijau kemudian hubungkan dengan pin yang            berwarna hitam yang berada disebelahnya
5. Langkah selanjutnya tancapkan kabel power ke listrik.
6. Jika kipas pada power supply berputar maka power supply tersebut masih dalam keadaan baik akan tetapi jika kipas pada power supply tidak berputar maka power supply tersebut dalam keadaan rusak.

Sekian dari saya
semoga tutorial sederhana ini bisa membantu ....

Kamis, 16 Februari 2017

ARRAY

.    PENGERTIAN ARRAY
Menurut definisinya, array (larik) adalah sebuah variable yang dapat menyimpan lebih dari satu nilai sejenis (memiliki tipe data yang sama). Hal ini tentu berbeda dengan variable biasa yang hanya mampu menampung satu buah nilai. Setiap nilai yang disimpan di dalam array di sebut dengan elemen array, sedangkan nilai urut yang digunakan untuk mengakses elemennya disebut dengan indeks array.
B.     DEKLARASI ARRAY
Sama seperti variable lain, array juga dideklarasikan di dalam bagian deklarasi variable. Bila akan didefinisikan sebagai tipe bentukan, maka array juga akan dideklarasikan di bagian definisi tipe (dibawah kata kunci tipe). Dalam bahasa pascal, pendeklaraasian array dilakukan dengan menggunakan kata kunci array dan tipe data yang akan disimpan di dalamnya, selain itu juga harus disertai dengan batas-batas indeksnya yang diapit oleh tanda bracket([]). Berikut ini bentuk umum pendeklarasiannya.

NamaArray : array [IndeksArray..IndeksAkhir] of tipe_data;

Sebagai contoh, apabila kita ingin mendeklarasikan array dengan nama A yang berisi 10 buah elemen bertipe integer, maka kita harus mendeklarasikannya dengan cara berikut.

Var
A : array [1..10] of integer;

Pada kode tersebut, indeks awal dimulai dari satu. Perlu diperhatikan bahwa bahasa pascal berbeda dengan bahasa C yang indeks array-nya selalu dimulai dari nol. Pada bahasa pascal, indeks array dapat dimulai dari bilangan berapapun. Selain itu, indeks array juga dapat bertipe karakter maupun tipe enumerasi. Berikut ini contoh-contoh kode yang dapat digunakan untuk mendeklarasikan 10 buah elemen array bertipe integer sebagai pengganti kode diatas.

Var
A1: array[0..9] of integer;

A2: array[5..15] of integer;

A3: array[‘a’..’j’] of integer;

A4: array[‘A’..’J’] of integer;

Dalam bahasa pascal, tersedia dua buah fungsi yang dapat digunakan untuk mengambil indek terendah dan tertinggi dari sebuah array, yaitu fungsi Low dan High. Adapun parameter dari kedua fungsi tersebut adalah nama array yang akan dicari indeknya. Perhatikan contoh kode berikut.

Var
A: array[1..100] of integer;

Terendah, tertinggi: integer;

Begin
Terendah:= low(A); {akan menghasilkan nilai 1}
Tertinggi:= high(A); {akan menghasilkan nilai 100}

End
.
C.    MENGAKSES ELEMEN ARRAY
Cara untuk memanipulasi array, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisikan nilai ke dalam elemen-elemen array bersangkutan. Adapun bentuk umum untuk pengisian eleman array adalah sebagai berikut.

NamaArray[indeks]:= nilai;

Untuk lebih memahaminya, coba anda perhatikan terlebih dahulu contoh kode di bawah ini.

Var
A: array[1..100] of integer;

Begin
A[1]:= 1; {mengisi elemen pertama dengan nilai 1}
A[2]:= 2; {mengisi elemen kedua dengan nilai 2}
A[3]:= 3; {mengisi elemen ketiga dengan nilai 3}
            ……..
A[100]:= 100; {mengisi elemen keseratus dengan nilai 100}
End.

Kode tersebut akan melakukan pengisian 100 elemen array dengan nilai 1 sampai 100 sehingga kode tersebut akan lebih sederhana apabila dituliskan dengan menggunakan struktur pengulangan seperti yang terlihat pada kode berikut.
Var
A: array[1..100] of integer;
I: integer;

Begin
For i:=1 to 100 do begin
A[i]:= I ;
End;
End.

D.    MENGAPA HARUS MENGGUNAKAN ARRAY
Mungkin anda yang merupakan pemula akan bertanya mengapa kita perlu untuk mendeklarasikan array? untuk menjawab pertanyaan tersebut, coba Anda perhatikan dulu contoh kasus berikut. Apabila kita akan membuat program untuk menyimpan sekumpulan data, misalnya data-data hasil penelitian yang berupa bilangan, dimana jumlah dari data tersebut puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan, apakah anda akan menggunakan variable sebanyak data yang ada? Jawabanya tentu tidak, karena hal tersebut merupakan hal yang sangat tidak efisien. Sebagai contoh, asumsikan bahwa banyak data tersebut adalah sepuluh, maka apabila kita menggunakan variabel biasa tentu kita akan menuliskannya melalui contoh kode berikut.

Var
N1, n2, n3, n4, n5, n6, n7, n8, n9, n10: real;

Begin
Writeln(‘masukkan data ke-1 : ‘); readln(n1);
Writeln(‘masukkan data ke-2 : ‘); readln(n2);
Writeln(‘masukkan data ke-3 : ‘); readln(n3);
Writeln(‘masukkan data ke-4 : ‘); readln(n4);
Writeln(‘masukkan data ke-5 : ‘); readln(n5);
Writeln(‘masukkan data ke-6 : ‘); readln(n6);
Writeln(‘masukkan data ke-7 : ‘); readln(n7);
Writeln(‘masukkan data ke-8 : ‘); readln(n8);
Writeln(‘masukkan data ke-9 : ‘); readln(n9);
Writeln(‘masukkan data ke-10 : ‘); readln(n10);
End.

Hal ini tentu akan merepotkan diri kita. Apabila dilihat, program di atas memang masih pendek karena datanya hanya sepuluh, bagaimana bila ratusan atau bahkan ribuan?
Untuk mengatasi masalah ini, seharusnya kita menggunakan array untuk menyimpan data-data tersebut sehingga program akan jauh lebih sederhana dan mudah dalam pengerjaannya. Berikut iini perbaikan program diataas apabila kita menampung data-datanya kedalam sebuah array..

Const max= 10;
N: array[1..max] of real;
I: integer;

Begin
For i:=1 to max do
Writeln(‘masukkan data ke-‘, I,’ : ‘); readln(n[i]);
End.

Apabila ternyata data berjumlah 100 atau 1000, maka anda hanya perlu mengganti nilai dari konstanta max di atas dengan nilai yang sesuai. Alasan seperti inilah yang menyebabkan kita perlu menggunakan array.
Contoh Program ;
E.     ARRAY DIMENSI SATU
·         Mendeklarasikan Array Dimensi Satu
Bentuk deklarasi Array Dimensi Satu, seperti dibawah ini :
Var
nama_variabel : Array[ index ] Of Tipe_Data;
Contoh :
Var
Nilai : Array[1..10] Of Integer;
Pada contoh Array dengan nama Nilai telah dideklarasikan dengan tipe integer, dengan jumlah elemen maksimum 10 elemen, nilai dari elemen array tersebut diatas harus bertipe integer.
Memberikan Nilai ke Array Dimensi Satu
Untuk memberikan nilai kedalam variabel array berdimensi satu, nama variabel diikuti dengan index yang berada didalam kurung siku. Seperti contoh dibawah ini :
Nilai[1] := 75;
Nilai[2] := 85;
Nilai[3] := 74;
...
...
dan seterusnya
·         Contoh Program
/* ----------------------------- */
/* Inisialisasi Array Dimensi 1  */
/* ----------------------------- */
#include <conio.h>
 #include <iostream.h>
  #include <iomanip.h>
void main()
{
int nilai[5] = {3, 7, 5, 6, 2};
        int i;
       clrscr();
   for(i=0; i<5; i++)
   {
    cout<<"Nilai Array Index ke - "<<i<<" = ";
                cout<<nilai[i]<<endl;
    }
   getch();
}

.     ARRAY DUA DIMENSI
Array 2 dimensi dapat di gambarkan sebagai berikut :
Pendeklarasian Array 2 dimensi
var
arrayName: array[1..x, 1..y] of element-type;
Contoh Program
/* ----------------------------- */
 /* Inisialisasi Array Dimensi 2  */
 /* ----------------------------- */
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
#include <iostream.h>
void main()
{
 int i, j;
         int data[2][5] = {{2, 3, 4, 5, 2},{4, 2, 6, 2, 7}};
         clrscr();
   for(i=0;i<2;i++)
   {
    for(j=0;j<5;j++)
      {
         cout<<data[i][j];
          cout<<" ";
      }
      cout<<endl;
   }
   getch();

}